8 Obyek Wisata Yang Harus Anda Kunjungi di Lombok Tengah



Desa Sade LOmbok Tengah - Sewa Motor di Lombok Motorbike

1. Tanjung Aan, Bukit Merese dan Batu Payung

Tanjung Aan merupakan pantai yang masih berada dalam satu garis pantai dengan Pantai Kuta Mandalika di Lombok Tengah.


Deretan pantai indah dengan pasir putih yang unik berbentuk butiran seperti merica dan dikelilingi perbukitan yang menulang dengan indahnya. Disebelah kanan kawasan ini terdapat Bukit Merese yang menjadi lokasi shooting film Kalam-Kalam langit, dan menjadi pilihan lokasi pengambilan gambaran video klip.


Disebelah kiri kawasan Pantai Aan terdapat batu Payung berdiri dengan megah dan memikat banyak orang untuk berfoto selfie. Pantai ini suasananya masih sepi dan alami.


2. Pantai Kuta Mandalika

Pantai Kuta merupakan sallah satu pantai terindah di Lombok. Pasir putihnya terbentang sepanang pantai yang berhadapan dengan Samudera Hindia. Airlautnya jernih dan bersih, pemandangan terhampar indah.


Di pantai ini juga terdapat barisan bukit yang menjorok ke laut. Di pantai ini juga digelar kegiatan Festival Bau Nyale yang biasanya jatuh antara bulan Februari - Maret. Di sebelah barat Pantai Kuta Lombok sering dikunjungi para wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.


Untuk mencapai Pantai Kuta, wisatawan sebaiknya menyewa kendaraan agar dapat menyusuri indahnya Pantai Kuta ini.


3. Pantai Selong Belanak

Pantai Selong Belanak merupakan salah satu pantai yang cukup terkenal, terutama keindahan dan keasriannya. Selong Belanak memiliki garis pantai yang melengkung sekitar satu kilometer membentuk bulan sabit.


Pantai Selong Belanak berjarak sekitar 49 km dari kota Mataram dan dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam perjalan.


4. Benang Stokel dan Benang Kelambu

Air Terjun Benang Kelambu berada di bagian atas hulu dari Air Terjun Benang Stokel. Air terjun ini berjarak 33 km dari kota Mataram dengan jarak tempuh sekitar 45 menit.


Disebut Benang Kelambu karena airnya yang keluar dari celah-celah bebatuan membentuk seperti kelambu. Kedua air terjun ini memiliki ketinggalan sekitar 40 meter dan mempunyai dua hingga tiga tingkatan.


Tingkat pertama (titik teratas) berketinggian sekitar 30 meter. Air yang terjun dari tingkat atas tidak langsung jatuh ke kolam melainkan melalui tingkat di bawahnya yang terdapat tiga susun batu sebelum pada akhirnya mencapai kolam.


5. Desa Sade dan Rambitan

Merupakan desa tradisional Suku Sasak di Lombok. Terletak di pinggir jalan raya menuju Pantai Kuta Lombok. DI perkampungan ini wisatawan dapat berkeliling menyaksikan bentuk asli perkampungan Sasak.


Rumah-rumah di Desa Sade dan Rambitan masih bertahan dan terawat dengan baik. Anda dapat mencapai lokasi ini dengan waktu 14 menit dari Bandara Internasional Lombok dengan menggunakan taksi, mobil ataupun sepeda motor.


6. Desa Sukarara

Desa Sukarara adalah salah satu desa penghasil tenun khas Lombok. Terletak 5 km ke arah barat dari Praya. Di desa ini, wisatawan dapat memilih kain tenun di rumah - rumah penduduk yang dijadikan artshop.


Wisatawan juga dapat melihat langsung para penenun yang sedang bekerja, merajut benang menjadi sebuah kain. Untuk menghasilkan sebuah kain dibutuhkan waktu berbulan - bulan. Untuk mencapai lokasi ini, wisatawan bisa langsung menyewa mobil, taksi, atau sepeda motor.


7. Desa Setanggor

Desa Setanggor terletak di Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah. Jaraknya dekat dari Bandara Internasional Lombok. Wisatawan bisa merasakan sensasi mengaji di tengah sawah, wisata peternakan, wisata agro buah naga, wisata seni budaya, wisata ritual, wisata perkebunan hingga cagar budaya berupa gong berusia ratusan tahun.


8. Desa Masmas

Desa ini berlokasi di Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Yang unik dilokasi wisata ini sebelum para wisatawan melakukan tour ke lokasi, wisatawan diminta mengenakan kain yang disediakan khusus lalu berjalan menulusuri pematang sawah menyaksikan kehijauan tanaman, padi, sayur dan tanaman lainnya.


Wisatawan diajak untuk mencoba mencangku dan membajak sawah dengan alat baak yang ditarik dua ekor sapi. Wisatawan juga bisa melihat proses belajar mengajar sekolah, mengunjungi kantor desa, puskesmas, sentra kerajinan anyaman, dan kegiatan usaha kerupuk.